Sunday, October 5, 2008

Tech Blog Malaysia Statistics (Sep 2008)

What People Search on Tech Blog Malaysia (Sep 2008) ?

As usual, check out the analysis for 2007.

For month of Jan 2008
For month of Feb 2008
For month of Mar 2008
For month of April 2008
For month of May 2008
For month of June 2008
For month of July 2008
For month of Aug 2008

For Sep 2008, we have ...
  • A company providing HAPS technology (This company is popular!)
  • The brand of this blog
  • Malwares and phishing
  • Malaysia education initiatives
  • Information regarding a top computer networking equipment company in the world
  • About a high flying techno CEO in Malaysia
  • About Malaysia's recent telco initiatives
  • An IT company in Malaysia

Overview:

  • Total monthly traffic improved by 4.78%
  • Traffic from referring sites improved by 1.53%
  • Google still tops contributor (67.22%). Slightly down from last month.
  • Top 5 countries (Malaysia, US, UK, India, Singapore). Check out here.
  • 85.51% of visitors are new visitors. (A 3.78% increased from last month, this is attributed to the total monthly traffic surged.)


Friday, October 3, 2008

10 Mitos Top Ten Ranking di Google & Yahoo!

Mitos seputaran SEO dari tahun ke tahun semakin menggila. Ada yang mendasarkan pada realitas di lapangan, ada juga yang mendasarkan pada perkiraan perkiraan, dikarenakan sangat sulit untuk di buktikan action SEO tertentu seperti apakah yang dapat membuat search engine bereaksi .

Ambil contoh, ketika kita melakukan suatu perubahan pada satu halaman site, kemudian dalam beberapa hari anda akan menemukan posisi rangking untuk kata kunci tertentu di Google yang telah mengalami perubahan. Anda akan mengasumsikan bahwa perubahan rangking di Google di sebabkan oleh adanya perubahan halaman tadi. Sebenarnya alas an perubahan tersebut bukanlah 100% seperti itu. Ada banyak alas an mengapa rangking anda berubah, dalam banyak kasus sebenarnya perubahan ini tidak berkaitan dengan apa yang telah anda lakukan.

Mencampur adukan antara sebab dan akibat adalah hal umum yang paling sering dilakukan para pelaku SEO baru. Jika hal seperti ini hanya diterapkan dan efeknya pada pekerjaannya sendiri tidak menjadi masalah, akan tetapi informasi tidak berdasar ini kemudian tersebar di kalangan pendatang baru (newbies) melalui forum-forum dan blog-blog, yang kemudian memunculkan mitos-mitos baru.

Berikut ini adalah 10 hal yang terkait dengan mitos organic SEO:

* Mitos 1: Anda harus mensubmit URL ke search engine. Hal ini mungkin saja dapat membantu sekali waktu, tapi trik ini sudah terlalu usang dan tidak efektif lagi, 5 atau 6 tahun lalu melakukan hal ini masih biasa dilakukan.
* Mitos 2: Anda perlu sebuah Google Sitemap. Jika sebuah website telah terbangun dengan benar atau crawler friendly, Google sitemap sangat tidak di butuhkan lagi. Akan lebih baik jika memanfaatkan Webmaster Centre Tool yang lain milik Google, dengan memiliki Google sitemap tidak akan memperbaiki posisi rangking.
* Mitos 3: Anda perlu untuk lebih sering mengupdate website. Update website yang rutin dilakukan memang dapat meningkatkan search engine crawl rate, tapi tidak akan meningkatkan/memperbaiki rangking. Jika memang website tidak perlu untuk selalu di rubah, janganlah sering-sering merubahnya hanya karena menurut anda search engine akan lebih menyukainya. Kenyataannya search engine belum tentu menyukainya, banyak website dengan rangking tinggi di Google sudah lama tidak dirubah.
* Mitos 4: Beriklan dengan PPC akan membantu atau menurunkan rangking. Sangat menggelikan mengetahui banyak orang yang tidak mau menggunakan Google AdWords karena takut akan menurunkan posisi rangking organic di Google, ada juga yang yakin jika pasang PPC dapat menaikkan rangking. Semua itu tidak ada hubungannya antara PPC dengan organic rangking.
* Mitos 5: Website anda akan di ban oleh Google jika tidak mematuhi Google guidline. Semua yang tercantum dalam Google guideline tidak satupun yang menyiratkan rahasia, semuanya informasi umum. Jika mau silahkan baca, tapi bukan berarti dengan membacanya kemudian membuat kita langsung menjadi seorang SEO enginer. Google guideline menyediakan saran-saran yang bagus.
* Mitos 6: Website anda akan di ban jika membeli link. Mitos ini tidak memiliki dasar realitas, seperti Google (terutama Matt Cutts) suka menakut-nakuti orang mengenai hal ini. Mereka tidak ingin mengikutsertakan link berbayar dalam memilih suatu page jika mereka mengetahuinya, tapi lebih seringnya mereka tidak dapat mengetahui hal ini. Jikapun hal ini diketahui mereka, mereka tidak akan diperhatikan. Sangat tidak mungkin bagi mereka melakukan ban keseluruhan website hanya karena membeli link dari site lain.
* Mitos 7: H1 (atau header tag yang lain) menentukan rangking tinggi. Sangat minim bukti jika kata kunci yang ditempatkan dalam H tag akan mempengaruhi rangking, tapi kemudian mitos ini menjadi berkembang. Tes yang saya lakukan sendiri mengenai hal ini sepertinya tidak begitu berpengaruh, memang agak sulit untuk memastikannya. Gunakan H tag ini jika sesuai dengan desain atau cms anda. Tapi masih diragukan apakah membuat perbedaan atau tidak.
* Mitos 8: Kata-kata dalam meta keyword tag harus disebarkan dalam page. Saya dulu melakukan penyebaran kata-kata di halaman. Sebenarnya Meta keyword tag didesain untuk keyword bukan untuk diletakkan di dalam page atau halaman. Jadi bukan sebaliknya. Karena google tidak akan memperhatikan tag ini dan hanya digunakan untuk kata-kata tidak umum saja di Yahoo, jadi pengaruhnya akan sangat kecil sekali.
* Mitos 9: SEO copy harus 250 kata. Sebenarnya ini cukup menarik, karena ketentuan penulisan SEO copy sepanjang 250 kata dulu dikenalkan di akhir tahun 90an. Sebenarnya angka ini hanyalah jumlah yang paling pas untuk menuliskan kata dalam halaman sebagai marketing copy. Panjang atau pendek sebenarnya tidak mempengaruhi, yang terpenting adalah gunakan sebaik mungkin kata-kata untuk menyampaikan pesan anda.
* Mitos 10: Anda perlu untuk mengoptimasi long tail. Ini sama sekali tidak perlu. Dengan kondisinya saat ini, long-tail keyword phrase sangat tidak kompetitif, dalam arti tidak banyak halaman yang menggunakan kata-kata itu, dan tidak banyak orang yang melakukan pencarian di search engine untuk kata-kata itu. Karena itulah, rangking untuk long-tail keywords sangat mudah, sertakan saja dalam blog post atau artikel , maka anda akan dapat terangking untuk itu. Tapi tidak terlalu teroptimasi.

Sebelum anda menyebarkan mitos ini atau info SEO lain yang menurut anda benar, cobalah untuk melakukan tes sebelumnya di banyak site. Mungkin akan ada beberapa yang berhasil, tapi ingat selalu bahwa sebenarnya tidak akan selalu berhasil, atau ada faktor lain yang mempengaruhi.

Namanya ajah mitos….. beda ceritanya kalau yang punya search engine saya sendiri;))

seokita.com

6 Cara Untuk Menampilkan Website Anda di Halaman Pertama Google

SEO / Belajar seo adalah cara-cara untuk membuat halaman web anda dapat di-index oleh Search Engine (SE) dan mendapatkan PageRank atau ranking halaman yang tinggi sehingga dapat tampil dihalaman awal SE tersebut ketika sebuah kata kunci (keyword) dimasukkan. Dengan kata lain, Belajar SEO atau Search Engine Optimization adalah sebuah seni dan metode untuk membuat halaman website anda “menarik” bagi search engine seperti Google dan Yahoo.

Sebagai contoh silahkan anda membuka sebuah search engine paling top saat ini di google lalu ketikkan keyword “Belajar seo” di kotak pencarian. tanpa tanda petik. Nah… hasil pencarian yang keluar adalah halaman website yang telah di-index oleh google, dan dimasukkan ke dalam database mereka.

Hasil pencarian yang muncul di halaman pertama, terutama di halaman pertama posisi 5 teratas, adalah halaman web yang dinilai oleh Google sebagai halaman website yang memiliki pagerank paling tinggi. Halaman ini juga disebut sebagai hot zone.

Sampai saat ini tidak ada orang yang tahu secara pasti apakah kriteria Google dalam menilai ranking sebuah halaman karena hal ini dirahasiakan oleh mereka, dan kriteria tersebut tampaknya selalu berubah mengikuti situasi dan kondisi yang terjadi di dunia Internet marketing.

Semua usaha untuk optimizing sebuah halaman web dilakukan berdasarkan kriteria yang pernah diterapkan oleh search engine dan dengan cara mengamati dinamika yang terjadi di dunia Internet marketing

Praktek untuk optimasi website dimulai pada pertengahan tahun 90an oleh para webmaster (pengelola website). Pada saat itu langkah yang dilakukan oleh para webmaster adalah mengirimkan atau mensubmit alamat web (URL) mereka ke Search Engine, dan kemudian SE akan mengirimkan web crawler atau spider mereka ke website tsb, menelusuri halaman demi halaman lalu mendownload halaman tersebut untuk diindex dan disimpan ke database mereka. Selanjutnya program pengindex akan mencari informasi dalam website tersebut, untuk menentukan pagerank sesuai dengan standar masing-masing search engine.

Seiring dengan meningkatnya kompetisi di dunia bisnis online, para webmaster mulai mencari cara untuk mengakali sistem dari search engine demi memenangkan persaingan memperebutkan posisi teratas di SERP (search engine result page).

Hal ini juga memaksa search engine untuk selalu memperbaiki sistem mereka dari waktu ke waktu. Search engine merancang sistem index mereka dengan dasar beberapa faktor, antara lain:

1. Nama domain
2. Judul
3. Html Tags
4. Kata kunci yang digunakan
5. Nama file image (alt attribute)
6. Frekwensi update website
7. Sitemap
8. Kepadatan kata kuci
9. Dll

Selain itu link dari web lain yang menuju website bersangkutan (inbound links) juga menjadi pertimbangan yang penting.

Untuk membuat website kita dapat segera di index oleh search engine, kita dapat melakukan langkah-langkah seperti berikut:

1. Mensubmit alamat web kita ke Google
2. Aktif di forum yang sesuai denga tema website kita (misal topik tentang belajar seo, belajar internet marketing dll), lalu membuat signature yang menunjuk ke alamat website kita. Hal ini juga berlaku untuk membuat comment di blog-blog milik orang lain dengan menyertakan alamat website di comment anda.
3. Membuat blog di blogger atau blogspot yang sesuai dengan tema website kita, lalu membuat link yang menuju website kita - blogger.com adalah salah satu jaringan blog kesayangan google, sebuah blog baru disana dalam beberapa hari sudah diindex oleh google sehingga dengan meletakkan link kita disana crawler milik Google dapat segera mengikuti dan menemukan website kita.
4. Membuat bbrp artikel pendek yang kemudian kita submit ke artcle directory, biasanya article directory menyediakan fasilitas biodata pengarang dan memperbolehkan pengarang meletakkan alamat websitenya disana, satu lagi link mengarah ke website kita.
5. Selalu mengupdate website kita, minimal seminggu 2 kali, Google spider sangat menyukai website yang dinamis sehingga mereka akan sering berkunjung ke web anda.
6. Mengajak pemilik website lain dengan tema yang sama untuk saling bertukar link/banner.

Dalam Belajar SEO banyak sekali hal yang harus diperhatikan sehingga sulit untuk membuat sebuah web yang langsung sempurna SEO-nya, dengan kata lain optimasi sebuah website dilakukan secara gradual dan terus menerus berubah. Langkah-langkah diatas adalah langkah minimal yang bisa kita lakukan sembari kita terus belajar dan menambahkan optimasi secara perlahan sampai website kita benar-benar “optimized”

caksub.com
marketing-watch.com/blog

Agar Diterima Submit Website Di DMOZ.ORG

Untuk meningkatkan pengunjung website, kita perlu menambah website lain yang menampilkan link ke website kita. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan submit website kita ke web directory yang menawarkan free submmit. Salah satu directory yang sangat bagus dan terkenal adalah DMOZ.ORG.

DMOZ merupakan sebuah web directory yang mengAndalakan tenaga manusia untuk meriview semua website yang yang masuk, jadi kualitasnya terjaga. DMOZ juga digunakan oleh Google untuk membuat Google Directory. Struktur dan daftar website di Google Directory sama dengan yang di DMOZ. Oleh karena itu jika Anda mempunyai website jangan sampai tidak submit ke DMOZ.

Agar diterima di DMOZ tidak mudah, tidak sembarang website bisa masuk. Website yang berisi banyak iklan pornografi, pasti langsung di tendang ! Supaya bisa diterima di DMOZ, saya punya beberapa tips.

Tips supaya bisa di terima submit di DMOZ :

1. Jangan pasang iklan dan Affiliate program pada website Anda, termasuk Google Adsense. Anda bisa memasang iklan setelah diterima di DMOZ.
2. Buatlah content website Anda sebagus mungkin. Janggan su bmit website yang baru jadi dan isinya masih minim. Sebelum submit ke DMOZ isi website Anda dengan artikel-artikel berkualitas dan original untuk meningkan kualitas website Anda.
3. Fokuskan bahasa. Jika nantinya website Anda menggunkan bahasa campuran9Indonesia & Inggris), saya sarankan foukuskan dulu ke satu bahasa dulu. Dengan memfokuskan ke satu bahasa akan memudahkan Anda dan editor DMOZ memasukan website Anda ke direktori Indonesia atau Inggris. Perlu diingat meskipun saat submit Anda memilih kategori berbahasa Inggris, editor DMOZ kwmungkinan akan memindahkan website Anda ke direktori Indonesia jika website Anda berbahsa Indonesia.

Pengaruh bahasa ke depannya.
Pengaruh diterimanya website Anda pada direktori Indonesia atau Inggris sangat berngaruh pada target pengunjung website Anda, terutama pengunjung dari Google.

1. Website Anda akan dikategorikan website berbahasa Indonesia oleh Google, oleh karena itu website Anda akan mendapatkan priotrikan lebih baik pada hasil pencarian yang dilkaukan melalui www.google.co.id tetapi tidak di www.google.com.
2. Jika website Anda nantinya akan di pasang Google Adsense, saya sarankan website Anda menggunkan bahasa Inggris supaya Adsensenya bisa muncul.

Untuk diterima di DMOZ tidak secepat dan semudah yang Anda banyangkan, Anda harus menunggu anatara 3 sampai 6 bulan ! DMOZjuga tidak akan memberitahu apakah website Anda diterima atau di tolak. Jika website Anda bisa diterima di DMOZ, makaa Anda pasti sangat sangat beruntung sekali !

ismartshare.com

Istilah dalam Program Affiliasi

Dalam menekuni bisnis internet marketing, atau cari duit melalui internet, kita akan banyak menemui istilah (dalam Bahasa Inggris) yang perlu dipahami terlebih dahulu. Istilah-istilah ini akan sering muncul apabila kita hendak menjalankan program affiliasi.

Dibawah ini akan dijelaskan pengertian dari istilah yang paling sering ditemui.

Advertiser - Ini adalah rantai awal sebagai sumber pendanaan usaha periklanan di internet. Bisa berupa perusahaan yang menjual produk, jasa atau bahkan website.

Affiliate - Seseorang atau sebuah website berupa tempat dimana pengguna datang dan melihat tampilan iklan. Lihat juga pengertian Web Publisher.

Affiliate Marketing – Berperan sebagai perwakilan untuk menciptakan/menghasilkan tindakan tertentu bagi website lain. Sebuah web publisher biasanya dianggap sebagai sebuah affiliate dari Advertiser (Pengiklan). Tindakan yang tercipta bisa berupa mengirimkan pengunjung ke sebuah website lain, hingga terciptanya transaksi penjualan pada sebuah website. Salah satu penemu program affiliate marketing adalah Commission Junction, dimana advertiser dan publisher bertemu sehingga tercipta platform untuk berinteraksi diantara mereka. Kebanyakan interaksi dan peluang yang tercipta antara advertiser dengan publisher berbasis CPA.

Autoresponder - Autoresponder adalah sepotong software yang secara otomatis membalas sebuah pesan email dengan cara mengirim surat balasan yang telah tersedia dan telah disusun mengandung gambar, teks, file PDF, dll. Aweber dan GetResponse adalah contoh penyedia jasa autoresponder terbaik saat ini.

Banner (ad) - Banner adalah iklan grafis, umumnya berukuran 468×60 pixel (namun saat ini sudah banyak ditemukan banner yang tidak berukuran standard). Sebenarnya banner adalah bentuk awal advertising web yang sampai saat ini masih digunakan oleh website, meskipun akhir-akhir ini popularitasnya sudah mulai menurun, dan telah banyak digantikan oleh bentuk advertising lain seperti text ads dan iklan yang disamarkan kedalam konten yang terbukti sangat ampuh meningkatkan CTR (Click Through Rate).

Click Through Rate/Ratio (CTR) - Sebuah angka perhitungan yang didefinisikan sebagai jumlah klik dibagi dengan tampilan (impressions), biasanya berupa persentase, untuk menciptakan “click-through” ( “membujuk” seorang pengunjung untuk mengklik link yang disediakan oleh pemasang iklan). Dengan kata lain, bila dibutuhkan 20 tampilan (impression) iklan untuk menghasilkan satu click-through, maka CTR adalah 5%.

Conversion - Ini adalah istilah menujukkan jumlah pengunjung (user) website yang melakukan aksi/tindakan yang disyaratkan dalam CPA.

Conversion Rate - Sebuah angka perhitungan yang didefinisikan sebagai jumlah conversion dibagi dengan jumlah tampilan (impressions). Biasanya berupa persentase.

Cookie - Sebuah program kecil yang diberikan oleh website publisher ke komputer pengunjung (user) untuk memonitor tindakan yang diambil user tersebut, sebagai dasar catatan dan perhitungan dalam proses periklanan internet.

Cost Per Action (CPA) – Biaya yang dibayarkan oleh Advertiser apabila sebuah aksi/tindakan yang sebelumnya disepakati, terjadi. Tergantung bentuk aksi/tindakan yang disepakati, resiko paling besar ditanggung oleh Publisher dan resiko paling kecil ditanggung oleh Advertiser (karena Advertiser tahu persis apa yang akan dibayar dan hanya akan membayar untuk aksi/tindakan tertentu saja).

Cost Per Click (CPC) - Advertisers akan melakukan pembayaran apabila seorang pengunjung meng-klik sebuah iklan. Iklan berbasis CPC memberi beban resiko pada Publisher, karena mereka akan dibayar hanya apabila pengunjung mereka meng-klik iklan. Satu publisher bisa saja menghasilkan jutaan impressions (tampilan iklan) tanpa menghasilkan apapun bila pengunjung tidak meng-klik iklan di website mereka. Beberapa program iklan berbasis CPC yang baik adalah Google Adsense, Bidvertiser dan Adbrite. CPC dimaksudkan sebagai harga/biaya yang timbul apabila seorang mengklik sebuah iklan (banner, text atau bentuk iklan lain) dan beralih ke situs lain melalui sebuah link. Sebuah program affiliasi memberi bayaran yang kecil untuk setiap click-throuh yang mengirimkan pengunjung ke situs tujuan melalui sebuah link affiliasi.

Cost Per Lead (CPL) - Dimasukkan sebagai bagian dari CPA, dimana aksi/tindakan yang dilakukan pengunjung berupa mengisi formulir isian, mendownload sesuatu atau memasang program trial. Publisher dibayar apabila pengunjung yang dikirim melakukan tindakan diatas. Lihat definisi CPA.

Cost Per Thousand (CPM) - M itu berasal dari huruf Romawi untuk angka 1000. Ini adalah bentuk paling mendasar untuk mengukur tampilan iklan internet, yaitu harga untuk menampilkan 1000 iklan bentuk apapun (banner, text atau bentuk lain yang bisa ditelusuri). Pengiklan membeli impresi (tampilan) dari penerbit (publisher) dan membayar berdasarkan “per seribu” tampilan. Misalnya, seorang pengiklan membeli 1.000.000 tampilan iklan pada harga $10 CPM, maka jumlah pembelian adalah $10.000. Program CPM adalah cara beriklan paling menguntungkan bagi publisher karena tidak ada resiko; dimana resiko berada pada pihak advertiser (mereka membayar tanpa memandang apakah pengunjung melakukan tindakan tertentu atau tidak). Biasanya CPM ini dipakai publisher untuk mengukur mana yang paling menguntungkan dari dua affiliate program.

Cost Per Sale (CPS) - Lihat definisi CPA. Dimana publisher akan mendapat bayaran berupa komisi atas pembelian yang dilakukan oleh pengunjung yang kita kirim ke advertiser. Bisa berupa nilai nominal uang atau persentase dari nilai transaksi pembelian.

EPC - EPC adalah singkatan dari Earnings Per (100) Clicks. Masing-masing program affiliasi memiliki pengertian yang berbeda tentang EPC. Misalnya, Commission Junction mengartikan EPC sebagai “average per SERATUS click”, sementara network lain mengartikannya sebagai “average earnings per SATU click”. Mohon agar dipastikan benar sebelum mengikuti program affiliasi tertentu. EPC dapat dihitung dengan membagi komisi yang didapat dengan jumlah klik yang diperlukan untuk menghasilkan komisi tersebut. Untuk lebih pastinya anda dapat melakukan perhitungan disini.

FAQ - Adalah singkatan dari Frequently Asked Questions. Biasanya disedikan oleh sebuah website untuk mengantisipasi pertanyaan paling sering diajukan beserta dengan jawaban untuk pertanyaan tersebut. Biasanya FAQ berisi informasi yang berhubungan dengan problem-solving dan informasi lebih lanjut.

Hit - Ini adalah istilah yang paling sering disalah-mengerti dalam pengukuran web traffic. Sebuah “hit” tercatat setiap web browser membuat request untuk sebuah informasi, misalnya code HTML yang membentuk web tersebut atau grafik yang ada pada web tersebut. Sebuah hit dicatat untuk setiap elemen yang ada pada sebuah laman, misalnya akan tercatat 31 hit saat SEKALI me-loading laman yang mengandung 30 grafik (HTML + 30 element grafik= 31 hit). Hit adalah cara pengukuran yang selalu didengungkan untuk membuat sebuah web site terdengar “menakjubkan”. (misalnya, “Our new site got a million hits last month!” - dimana mereka tidak mencantumkan bahwa tiap laman website tersebut mengandung 100 grafik!)

Impression – Tindakan menampilkan sebuah iklan kepada seorang pengunjung website. Satu halaman website bisa saja mengandung beberapa impression (apabila halaman tersebut memiliki lebih dari satu unit iklan).

Merchant - Perusahaan atau organisasi yang berada pada sisi pembayar dalam hubungan affiliasi. Biasanya merchant adalah sebuah situs e-commerce yang memberi kompensasi bagi affiliatenya karena membawa pelanggan kepada mereka, namun dari segi pandang program affiliasi bentuk situs lain juga dapat dianggap sebagai “merchant”. Misalnya, perusahaan yang membayar untuk setiap pengunjung yang berlangganan free newsletter juga diperhitungkan sebagai “affiliate merchant” meskipun mereka tidak menjual produk.

Monetization - Jumlah pendapatan yang dihasilkan oleh sebuah website atau laman web.

Opt-in - Opt-in adalah metode atas kesadaran sendiri untuk mendaftarkan seseorang untuk berlangganan newsletter atau mailing list. Dengan kata lain, seseorang harus secara aktif “memilih” untuk bergabung dalam mailing list dengan memasukkan alamat email mereka dalam formulir pendaftaran. Biasanya upaya membuat Opt-in mailing list disebut sebagai “permission marketing”.

Opt-out - Sebagai bentuk kebalikan dari Opt-in, Opt-out adalah metode untuk mendaftarkan seseorang untuk berlangganan newsletter atau mailing list bukan atas kesadaran sendiri. Perbedaan mendasar antara mailing list dan Opt-out adalah bahwa seseorang harus menyatakan “Saya ingin BERGABUNG” untuk masuk dalam mailing list Opt-in, namun mereka dimasukkan kedalam mailing list Opt-out tanpa atas kesadaran mereka, dan mereka harus menyatakan “Saya ingin KELUAR” agar mereka dikeluarkan dari daftar mailing list. Biasanya kita dimasukkan dalam mailing list Opt-out bila kita membeli sebuah produk (”Mereka telah membeli produk kami, maka mereka ingin bergabung dalam mailing list kami”).

Pageview – Jumlah halaman yang dilihat oleh seorang pengunjung saat berada pada sebuah website.

Search Engine Marketing (SEM) – Ini adalah tindakan membeli keyword (kata kunci) dari mesin pencari seperti Google atau Yahoo!. Pengiklan membayar dengan imbalan mereka akan mendapatkan posisi tinggi dalam hasil pencarian mesin pencari.

Search Engine Optimization (SEO) – Ini adalah tindakan yang diambil untuk mengoptimalkan sebuah website untuk kata kunci (keyword) tertentu, sehingga apabila seorang pengunjung mencari melalui mesin pencari, maka website tersebut akan berada paling dalam daftar hasil pencarian.

Traffic Exchange – Dapat berupa pertukaran traffic di Internet termasuk pertukaran link (link exchange), pertukaran iklan (banner exchange), pertukaran foto, dan lain-lain. Prinsip dasarnya adalah anda mengirimkan seorang pengunjung ke website lain dengan imbalan kelak akan menerima kiriman pengunjung dari website tersebut. Bila anda bisa mengendalikan kapan seorang pengunjung berpindah dari website anda, pertukaran traffic akan menjadi alat yang ampuh. Saat mengikuti pertukaran traffic, waspada selalu karena banyak penyedia pertukaran traffic yang tidak jujur.

Two-tier program - Two-tier affiliate program menghargai affiliatenya dalam dua level, untuk dua jenis tindakan. Tier pertama menggunakan hubungan merchant-affiliate standar, yakni affiliate dibayar oleh karena memberi aksi berupa lead atau penjualan, dan Tier kedua memberi insentif bagi affiliate yang membawa affiliate lain bergabung dalam program mereka. Insentif yang diberikan kepada affiliate yang membawa affiliate baru adalah berupa persentase dari pendapatan affiliate baru tersebut. Kadang-kadang metode ini sering dianggap sebagai multi-level-marketing.

Web Publisher - Lebih umum dikenal sebagai website, ini adalah tempat dimana pengguna atau pengunjung datang dan melihat tampilan iklan.

semuaorank.com

Wednesday, October 1, 2008

Tip Pencarian secara Efektif di Google

Anda terbiasa melakukan pencarian melalui search engine Google hanya dengan teknik input kata/frase dan klik Search ? Tahukan Anda Google menyediakan berbagai teknik pencarian untuk mendapatkan hasil yang optimal. Berikut beberapa teknik pengetikan frase pencarian di Google dan manfaat yang dapat Anda peroleh :

* define:istilah : untuk menemukan daftar arti atau definisi sebuah istilah. Misalnya ketikkan define:blog untuk mencari definisi tentang blog.
* n1+n2 : untuk melakukan operasi perhitungan, n adalah nilai angka perhitungan. Gunakan + untuk penjumlahan, - untuk pengurangan, * untuk perkalian, / untuk pembagian, ^ untuk pemangkatan, dan seterusnya (daftar operator selengkapnya periksa di http://www.google.com/help/calculator.html). Anda juga dapat melakukan perhitungan secara kompleks, misalnya ketikkan 2*100/4, maka Google akan menampilkan 50 sebagai hasilnya.
* frase_pencarian filetype:ext : untuk membatasi hasil pencarian hanya pada tipe file terkait. Misalnya ketikkan tutorial presentasi filetype:pdf untuk mencari tutorial presentasi dalam format file PDF. Cobalah ulangi pencarian dengan ekstensi file lain untuk melihat perbedaannya (misalnya xls atau doc).
* n mata_uang1 in mata_uang2 : untuk mengonversi kurs mata uang. Misalnya ketikkan 10 USD in IDR atau 10 US$ in rupiah untuk menghitung nilai kurs 10 dolar Amerika (USD) dalam Rupiah (IDR).
* books tema buku : untuk menemukan link situs-situs yang menyajikan informasi buku dengan tema terkait. Misalnya ketikkan books cara merakit pc untuk mendapatkan info buku tentang cara merakit pc.
* movie:frase_pencarian : untuk mencari resensi film. Misalnya ketikkan movie:cinta, maka akan muncul daftar resensi film yang berjudul atau terkait dengan cinta (aktor, lokasi, dan sebagainya).
* site:situs.com : untuk menampilkan daftar seluruh halaman web sebuah situs yang diindeks oleh Google. Misalnya ketikkan site:smitdev.com untuk melihat daftar halaman web smitdev.
* link:situs.com : untuk memeriksa daftar situs yang merujukkan link ke situs yang dicari. Misalnya ketikkan link:smitdev.blogspot.com untuk melihat daftar situs yang merujuk ke blog SmitDev.

smitdev.com

Why is the Japanese not able to keep up with iPod ?

To cut things short, portable music was invented by Sony and the most famous brand is called the Walkman. Personally, I had a few walkmans in my life. In fact I could remember that I bought my last Japanese stereo cassette recorder by Aiwa before iPod surfaced in the market, that was probably 8 years ago. It is still with me, sitting there doing nothing.



Walkman was cool, everybody wanted a piece of it.

Ever since Steve Job swept us away with iPod, we have almost forgotten about where we come from.

Anyway, it was intriguing for me to want to figure out furthur while I was planning ahead of my venture into the software industry; I have to think about how others have come and evolved and try to figure out the best piece out of it.

So, the obvious question is why didn't the Japs carry on their legacy of the Portable Stereo Radio Cassette Player Cum Recorder into the next renaissance which is what iPod, The Zune, Creative Zen and others are doing right now ???

Big questions. The Japs are smart guys right ?

Some claimed that it is due to the Japanese culture where motivations are driven by external factors while some think that Japs are not as good an innovator than the Americans. Well, it holds weight in both cases as is visible these days, the Japs seem to be losing out in the consumer eletronic markets. I suppose that they are still doing well in the automotive market.

The breakthrough of the answer came from Steve Jobs himself. In the not-so-recent joint interview between Steve Jobs and Bill Gates (on All Things Digital), Steve mentioned that it is due to one reason; software.

So, the Japs can't write software ? Impossible, I can write software.

As I was thinking it through, it came to me naturally as a concept which I already knew.

The question is actually, what type of software ? (Software is a big word)

The answer is software technology
.

Japanese don't have software technology, of course, they can write software as much as many Malaysians, but do we have software technology ?

Software technology doesn't just mean the SDK. It can be said to be a platform, but more precisely, it is the operating system for consumer market. You see, the consumer computing world only has basically three types of operating systems, that is Windows, Mac OS and Linux. Nevermind those for enterprise and industry specific such as military, satellites, telecommunications and etc.

Mac OS was literally Unix initially, its ancestor was NextStep, an operating system developed by the company Steve Job founded after he got kicked out from Apple Inc. Nextstep is what Mac OS X is today and I assume that most of the core team members of Mac OS X are from Next. So, the journey of these great Apple products was almost way back 20 years ago. Even Google hasn't got an operating system yet, why ? Because it takes time to build.

So, to build a new operating system or so-called platform is not easy, you got to wait 20 years to see the results. The Japs knew they don't have the luxury of such time.

And worst still, as much as they want to feel proud about themselves for having created the portable music industry, they wouldn't want to adopt other people's technology. Because if you are going to use some sort of Microsoft technology such as Windows Mobile to build a device, then it is a Microsoft technology. This is also the reason why Google are pretty much open source based, they are very much into Python and Java because they don't want to be associated with Microsoft. I mean, you can't claim to be competing against Microsoft when you are using Microsoft technology right ?

But why not Symbian platform ? The Symbian is an open platform for mobile devices and I guess that it is owned by The Symbian Foundation.

Perhaps back in 2001, when iPod was firstly launched, the Symbian platform was not yet having enough APIs for multimedia. I am certain that even if Sony were to adopt Symbian to compete with iPod in 2001, it may not work out that well (because Symbian couldn't match the richness of Mac OS). Now, perhaps so but it could have been too late. And according to this link, Creative Zen was evolved from OASiS operating system developed in India.

But it is interesting to see how Android-phone ever got into the industry, it is actually an effort by Google to build another platform for the mobile industry.

So the conclusion is that for the mobile devices industry which includes mobile phone, PDA, music players and mini computers, we can say that there are just four platforms.
  1. Apple's iPod and iPhone
  2. Microsoft's Windows Mobile
  3. Symbian & Java (Sony, Samsung, Nokia, LG and etc)
  4. Google's Android
So, you think Microsoft is going to close down soon ? I don't think so for the next century.

Having thought this through gives me a better perspective of how I should move ahead.

I haven't got an iPod but I suspect so soon, either iPhone or iPod.

And one last thing...

If you look inside the Walkman device, it is clearly apparent that it is so limited. The functions are limited to Play, Rec, Stop, FF, REW, Radio and etc and that is about it.





The next big platform is going to be The Cloud, but in case Google can figure a way to own it in one way or another, we still need a device, at least a mobile phone to connect to The Cloud. Once again, even if you can create a device out of some capacitors, transistors and integrated circuits, you still need a software technology right ?

Interestingly, Google was also launched in year 2001. Wow! What a year. And and and, I remember that moment, in 2001, I was a second year student in APIIT, and I remember that out of a sudden of using Yahoo and Alta Vista, all the lab computers' homepage been changed to this plain page of www.google.com.

Also, one more last thing.... I think this blog will be useful to help us, especially Malaysian technopreneurs to figure out where exactly we want to be, given that it is quite possibly impractical to establish pioneering initiatives in the mainstream computing industry. It is also a good reference for us to figure out where things are headed to and just where we want to fit in, how big the cake is and how much time do we have to make that happen before it is too late.

Malaysians also have to think about not only the fact that you can do things, imagine that even you have PhD in some specialize areas (or common areas) and you can do wonderful things, but can you do things which are totally new; totally pioneering ? There is no point to hoo-hah on having the ability to do something which have already been done and is patented. This is what I learned from Americans.